Vaksin Corona Asal Tiongkok Mengandung Babi

Vaksin Corona Asal Tiongkok Mengandung Babi

Kini tripsin babi banyak digunakan hanya untuk kepentingan penelitian karena harganya yang lebih murah. Namun Ahmad tekankan, enzim dari babi ini tak lagi dikandung dalam vaksin yang disuntikkan ke masyarakat. “Nah setelah produk ini berhasil, maka selanjutnya akan dibiakkan di sel dan dalam proses pemijahan sel tidak lagi menggunakan tripsin babi, tapi tripsin rekombinan,” imbuhnya. “Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya,” ujar AstraZeneca. Asrorun Niam, Sekretaris MUI Bidang Fatwa mengungkap alasan lain yang menjadi pertimbangan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Pada saat pembibitan vaksin, ada unsur enzim tripsin untuk pembibitan vaksin. Namun setelah calon virus ditanam dan tumbuh, virusnya dipisahkan oleh tripsin. Sehingga saat diolah menjadi vaksin, tak ada lagi bahan yang bersinggungan dengan babi. Vaksin AstraZeneca mengandung instruksi genetik DNA untai ganda virus corona. Dengan adanya instruksi genetik ini, AstraZeneca mampu membentuk paku-paku protein yang menyelubungi badan virus seperti virus corona.

Sama dengan BioNTech, vaksin dikembangkan dengan teknologi teranyar berbasis mRNA virus. Keunggulan vaksin Moderna adalah hanya perlu pendinginan minus 30° C dan tahan seminggu dalam lemari pendingin biasa. Perusahaan Bio-farmasi BioNTech dari Jerman yang digandeng Pfizer dari AS menjadi yang pertama umumkan sukses memproduksi vaksin anti-Covid-19 yang diberi nama BNT162b2 dengan efektifitas 95%.

Vaksin Sinovac babi

Selain itu, dalam pesan itu disebutkan pula vaksinasi merupakan bagian dari sindikat perdagangan gelap internasional yang belum jelas arahnya. Pemadaman kebakaran kesehatan masyarakat selama pandemi hampir tidak mungkin dilakukan ketika alat utama untuk memadamkan api tidak tersedia selama 12 bulan pertama. Tanggung jawab BPOM adalah meregulasi dan mengawasi obat dan makanan untuk melindungi publik atau konsumen, bukan demi kepentingan produsen atau peneliti obat. Jika UU PDP Indonesia mengikuti standar internasional, warga akan merasa lebih aman dan memiliki otoritas saat berinternet. Bila Anda mengalami KIPI setelah melalui proses observasi di lapangan, segera hubungi dokter atau pergi ke fasilitas kesehatan setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Pernyataan itu kemudian dibalas pihak AstraZeneca dengan menyatakan vaksin mereka tidak mengandung babi. Saat vaksin Sinovac sudah mendarat di Indonesia, maka masyarakat lega karena mereka akan disuntik dan mendapatkan tambahan kekebalan tubuh dari corona. Masyarakat makin dimudahkan untuk mendapatkan akses kesehatan dengan lebih cepat. Dia mengatakan, setelah mendapat jumlah virus yang cukup dalam sel vero tersebut maka akan dipisahkan virus-virus tersebut.

Vaksin AstraZeneca dinilai memiliki lebih banyak manfaat ketimbang risiko yang dihasilkan. Kemudian ditambahkan Atoillah bahwa, pilihan untuk “pot” ini jatuh pada sel 293 yang dulu pada dekade 1973-an merupakan sel dari janin yang kemudian dibuat menjadi sel “abadi”. Dan hingga kini, 48 tahun kemudian, sel ini telah diperbanyak dan dipakai di ratusan bahkan ribuan penelitian vaksin, obat, maupun rekayasa genetik. Hal ini menjawab isu hoaks, tak ada ribuan atau jutaan janin yang digunakan untuk memproses jutaan dosis vaksin. Dikutip dari situs ANTARA, Vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech di Indonesia sedang dalam uji klinis tahap ketiga.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyatakan AstraZeneca aman dan halal di tengah isu penggunaan enzim tripsin dari babi dalam proses produksinya. Adanya produk hukum yang berbeda itu suatu yang alamiah tidak perlu dipersoalkan atau dibesar-besarkan. Terkait penggunaan vaksin AstraZeneca sebenarnya keputusan akhirnya sama, boleh. Namun kebolehan vaksin AstraZeneca menurut MUI Pusat bersifat darurat karenanya hanya berlaku selama tidak ada vaksin lain yang halal dan suci. Kalau sudah ada vaksin yang halal dan suci maka standing kebolehannya menjadi berubah dengan sendirinya menjadi haram.

Sebab dia menilai ada kemungkinan didalamnya terdapat data aparatur sipil negara . “Mereka tidak paham teknologi pembuatan vaksin, sudah tidak paham berani-beraninya melakukan pelabelan hanya mengandalkan informasi yang mereka tahu saja,” kata Pandu. Meski vaksin Sinopharm mengandung enzim babi di dalam komponen pembuatannya, Majelis Ulama Indonesia akhirnya memperbolehkan vaksin ini digunakan.

Comments are closed.