Pro Kontra Efek Samping Vaksin Astrazeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Ini Penjelasan Bpom

Pro Kontra Efek Samping Vaksin Astrazeneca Sebabkan Pembekuan Darah, Ini Penjelasan Bpom

Irwan Mussry sempat memiliki hubungan dengan Desy Ratnasari selama 8 tahun. Walaupun kini sudah tak bersama Desy, ternyata Irwan Mussry masih dekat dengan Nasywa, anak Desy Ratnasari. Dia mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengusut tuntas kebocoran data peserta BPJS Kesehatan.

Tapi setelah mendapat izin, vaksin mRNA ini tunjukkan reaksi alergi berat pada beberapa orang, bahkan tiga mengalami gejala syok anaphylaktis. Diberitakan sebelumnya, puluhan negara sempat menahan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca karena beredarnya dugaan vaksin tersebut menimbulkan pembekuan darah. Hal itu berawal dari laporan di Denmark bahwa seorang lansia berusia 60 tahun meninggal akibat pembekuan darah usai menerima vaksin AstraZeneca. Dilansir dari France 24, Denmark merupakan negara pertama yang menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca. Pemberhentian ini dilakukan minggu lalu setelah terdapat laporan yang menyatakan beberapa orang mengalami pembekuan darah setelah menerima vaksin. Dokter harus mengetahui definisi kasus yang relevan dan panduan klinis untuk pasien yang mengalami trombosis dan trombositopenia setelah vaksinasi COVID-19.

Apakah vaksin Astrazeneca berbahaya

Krama Badung yang telah ataupun akan disuntik vaksin Astrazeneca tidak perlu resah dengan penggunaan vaksin tersebut. Pasalnya, vaksin Astrazeneca No Batch CTMA547 yang dihentikan Kementerian Kesehatan tidak digunakan di Kabupaten Badung. Maka dari itu, ia pun mendorong seluruh masyarakat untuk segera divaksinasi COVID-19, terutama untuk kelompok masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas atau lansia. Menurutnya, hal ini penting mengingat angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 pada lansia masih cukup tinggi. “Bahwa gangguan pembekuan darah sebetulnya secara alami cukup tinggi, dan dengan adanya vaksinasi tidak menambah.

Dalam konteks ini, perlu dicatat bahwa hingga saat ini, setidaknya 2,86 juta orang telah meninggal karena penyakit Covid-19 di seluruh dunia. Terakhir, MUI memperbolehkan vaksin AstraZeneca karena pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis-jenis vaksin Covid-19 yang akan digunakan. MUI pun meminta pemerintah terus mengikhtiarkan ketersediaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci serta mewajibkan umat Islam berpartisipasi dalam program vaksinasi COVID-19 yang dilaksanakan pemerintah. Vaksin AstraZeneca adalah vaksin hasil pengembangan perusahaan AstraZeneca dengan University of Oxford, Inggris. Vaksin ini mengandung virus yang telah dilemahkan untuk mengajari tubuh menghasilkan protein yang akan memicu respons sistem imun. Dari situ, tubuh dapat membuat antibodi untuk melawan infeksi virus Covid-19 yang masuk ke tubuh di kemudian hari.

Vaksin Covid-19 dari J&J dan AstraZeneca menggunakan adenovirus, kelas virus flu biasa yang tidak berbahaya, untuk memasukkan protein virus corona ke dalam sel-sel di dalam tubuh dan memicu respons imun. Kemudian, EMA menyatakan bahwa tidak ada indikasi penyuntikan vaksin dapat menyebabkan pembekuan darah. Setelah disuntikkan, vaksin akan mengajarkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Terkait hal tersebut, di tengah masyarakat beredar anggapan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca cenderung lebih keras dari vaksin Sinovac.

Comments are closed.