Mengenal Gejala Dan Efek Samping Dari Vaksin Astrazeneca

Mengenal Gejala Dan Efek Samping Dari Vaksin Astrazeneca

Agar aman, beri tahu dokter sebelum vaksinasi jika Anda sedang menggunakan obat, suplemen, atau produk natural apa pun. Konsultasikan perihal penggunaan vaksin AstraZeneca jika Anda menderita obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit paru dan saluran pernapasan, atau diabetes. Apabila efek samping dirasa tak kunjung membaik setelah dua hari, seperti nyeri atau demam, masyarakat diperbolehkan untuk mengonsumsi pereda nyeri seperti parasetamol. “Dasar selanjutnya, ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dalam rangka ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok. Lalu adanya jaminan keamanan penggunaannya oleh pemerintah, serta pemerintah tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin Covid-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia,” jelas KH.

Setelah vaksinasi, sel akan menghasilkan protein lonjakan yang merangsang sistem kekebalan untuk melawan virus Sars-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19. Selain munculnya keluhan gumpalan darah, Lareb telah menerima banyak laporan kasus di luar dugaan untuk pembekuan lainnya, seperti trombosis vena dalam dan emboli paru. Sebab, dia melanjutkan, vaksin ini sudah teruji dan mendapatkan izin dari otoritas di berbagai negara termasuk Indonesia dan mendapatkan masukan dari ahli. Ini terbukti usai vaksin dilakukan, jumlah kasus, kesakitan, masa rawat terlihat turun. “Oleh karena itu, diharapkan vaksin ini aman, efektif dan bisa diterima dengan baik. Kita tidak perlu berpolemik lebih jauh dalam kekhawatiran ini karena kita pahami bahwa vaksinasi ini dalam rangka untuk terwujudnya kekebalan komunitas ,” katanya.

Lebih baik sulit di awal, tetapi saat diproduksi, beredar, dan diberikan ke masyarakat, efektivitasnya maksimal dan tidak ada efek samping karena sudah dievaluasi lebih dulu. Bersama dengan perusahaan lainnya, seperti BioNTech, GlaxoSmithKline, Johnson & Johnson, Merck, Moderna, Novavax, Pfizer, dan Sanofi, tidak mau terburu-terburu untuk langsung memproduksi massal dan mengaplikasikannya pada masyarakat dunia. Karena tak ingin hal tersebut menimpa partisipan lainnya, maka uji coba harus dihentikan dulu untuk dievaluasi lebih lanjut. Percobaan vaksin oleh perusahaan farmasi AstraZeneca yang berkolaborasi dengan Oxford University, Inggris, harus dihentikan sementara waktu. Efek samping berupa nyeri dan pegal di lengan tempat vaksin disuntikkan umum terjadi, meski dengan vaksin apapun itu. Rasa nyeri ini bisa disebabkan karena nyeri otot dan merupakan respon alami tubuh terhadap benda asing, yang akan hilang setelah 1-2 hari.

Pengambilan keputusan persetujuan dikeluarkannya EUA berdasarkan rekomendasi dari hasil rapat pleno Komite Nasional Penilai Obat dan Indonesia Technical Advisory Group on Immunization . “Data juga menunjukkan efek samping ini dilaporkan berkurang pada suntikan dosis kedua dibanding dosis pertama,” katanya. Sehari setelah vaksin AstraZeneca tiba, Badan Pengawas Obat dan Makanan langsung menerbitkan emergency use authorization atau penggunaan darurat untuk vaksin COVID-19 AstraZeneca di Indonesia.

Efek samping dari vaksin Astrazeneca

CVST terjadi ketika trombus terbentuk di salah satu komponen otak, yaitu sinus vena, yang mengandung banyak pembuluh darah. Gumpalan darah ini menyumbat aliran darah, sehingga darah tidak bisa mengalir keluar dari otak. Akibatnya, sel darah bisa pecah dan terjadilah pendarahan yang merembes ke jaringan otak. PhD Candidate bidang Global Health Security and Pandemic ini menambahkan kajian mengenai vaksin AstraZeneca sudah dilakukan oleh perkumpulan dokter di Eropa atau European Medicines Agency . “Komnas bersama Komda DKI sudah melakukan audit bersama pada Jumat yang lalu, dan internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan vaksinasi.

Comments are closed.