Mengenal Enzim Tripsin Babi Yang Terkandung Dalam Vaksin Covid

Mengenal Enzim Tripsin Babi Yang Terkandung Dalam Vaksin Covid

Pesan tersebut berisi ajakan menolak vaksin Sinovac menyusul kandungan babi dan racun yang membahayakan. Ketersediaan vaksin Covid-19 yang halal dan suci tidak mencukupi untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 guna ikhtiar mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity. Hal tersebut sudah dikonfirmasi Badan Otoritas Produk Obat dan Kesehatan Inggris.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa bahan-bahan khususnya media pertumbuhan yang digunakan dalam proses produksi vaksin Covid-19 Sinovac sama sekali tidak menggunakan unsur yang berasal dari babi dan/atau turunannya. Suara.com – Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Aminudin Yaqub mengatakan pihaknya telah memutuskan berdasarkan hasil kajian bahwa produk vaksin AstraZenecca haram. Pasalnya dalam tahapan proses menggunakan tripsin yang berasal dari enzim babi.

Lalu, pada 24 Februari, LPPOM MUI melakukan audit di Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam mengkaji bahan dan proses pembuatan vaksin tersebut melalui dokumen dossier yang dikirimkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB . Dari dokumen itu, proses dilanjutkan dengan kajian publikasi ilmiah Astra Zeneca dan penelusuran media yang digunakan pada publikasi itu melalui situs. Keempat menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin Covid-19. “Artinya vaksin ini boleh digunakan untuk seluruh umat Islam selama terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten,” tutup Gus Yaqut. Lembaga Islam di sejumlah negara memfatwakan boleh mengkonsumsi vaksin covid-19 terbuat dari gelatin babi atau bahan lainnya yang dalam kondisi biasa, termasuk bahan haram.

Alasannya, kasus aktif Covid-19 selama 2,5 bulan terakhir ini naik secara signifikan. Selain itu, pemerintah juga harus mengoptimalkan pengadaan vaksin yang tersertifikasi halal dan menjamin serta memastikan keamanan dari setiap vaksin yang digunakan di Tanah Air. Keempat, setelah virus dimatikan lalu virus dibersihkan dipisahkan dari dari sel. Selanjutnya diultrafiltrasi sehingga memisahkan virus dengan sel dan media.

Vaksin Sinovac babi

Untuk pihak ke tiga diberi kebebasan menentukan mana yang terbaik bagi dirinya. Pilihan terbaik dipilih setelah mengetahui alasan hukum dan proses penggalian hukum yang dilakukan. Adapun penggunaan vaksin AstraZeneca yang haram ini atas dasar pertimbangan kemendesakan yang berskala nasional maka diperbolehkan . Dengan catatan bahwa hukum boleh ini sifatnya sementara sampai ada vaksin baru yang statusnya halal dan thayyib. Penting untuk dicatat bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca merupakan vaksin vektor virus yang tidak mengandung produk berasal dari hewan,” kata pihak AstraZeneca dalam keterangan tertulisnya, Minggu 21 Maret 2021.

Fasilitas produksi yang digunakan oleh perusahaan asal Tiongkok ini juga suci dan hanya digunakan untuk pembuatan vaksin Sinovac. JAKARTA, iNews.id – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan vaksin virus corona (Covid-19) Sinovac halal dan suci dari kandungan babi atau bahan yang tercemar babi dan turunannya. Terkait vaksinasi Covid-19, pro kontra vaksin semakin memanas karena dibumbui dengan isu politik, konflik Pilpres yang masih membekas, hingga masalah komunisme China.

Meski haram, MUI menyatakan vaksin AstraZeneca masih boleh digunakan dengan syarat. Ketua MUI, Kiai Cholil Nafis, menjelaskan, dalam fikih Islam, istilah ‘halal’ berbeda dengan istilah ‘boleh’ untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Bila dikelompokkan, vaksin Covid-19 ini ada yang dibuat dari virus, ada yang “tidak”. Dalam kaitan ini, perbedaan cara pandang di tubuh MUI, antara pusat dan cabang, tentu memberikan pembelajaran menarik dan mendidik bagaimana diskursus teologis dikembangkan sebagai kerangka berpikir yang kritis dan responsif. Setidaknya, dengan perbedaan cara pandang tersebut, ada praktik diskursif dan deliberasi gagasan yang bisa diteladani berbagai lapisan masyarakat dalam menyikapi sebuah kasus hukum. Sikap MUI pusat tecermin dalam Fatwa Nomor 14 Tahun 2021 tentang Penggunaan Vaksin AstraZeneca dengan memenuhi lima syarat.

Di Indonesia, vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech sedang dalam uji klinis tahap ketiga. Ada cara untuk memastikan bahwa vaksin ini tidak mengandung tripsin _porcine_. Salah satunya dengan mendeteksi keberadaan residu DNA dari hewan yang ditargetkan dengan metode qPCR. Website IDAI merupakan wadah informatif, baik bagi para dokter anak, maupun seluruh masyarakat, pemerintah, dan stakeholder kesehatan lain di Indonesia dalam bersinergi mewujudkan putra-putri bangsa yang lebih sehat. Dalam web site ini, tersedia berbagai referensi, rekomendasi, dan informasi seputar kesehatan anak lainnya yang selalu updated.

Comments are closed.