Efek Samping Vaksin Sinovac, Sangat Aman Dan Wajar

Efek Samping Vaksin Sinovac, Sangat Aman Dan Wajar

Penyuntikan vaksin Sinovac akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus yang sudah tidak aktif ini dan memproduksi antibodi untuk melawannya sehingga tidak terjadi infeksi COVID-19. Dalam kesempatan berbeda, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika mengalami efek samping setelah imunisasi atau KIPI. KIPI sendiri adalah kejadian medik yang diduga berhubungan dengan kegiatan vaksinasi. “Kriteria ketiga, obat memiliki mutu yang memenuhi standar yang berlaku serta dan Cara Pembuatan Obat yang Baik. Orang-orang yang memiliki komorbid penyakit berat seperti kanker, hipertensi, atau diabetes tidak termasuk dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia.

“Tentunya dengan divaksin, sistem kekebalan tubuh kita akan meningkat dan mampu melawan virus Covid-19 bila terpapar,” ungkapnya. Faktanya memang tidak ada vaksin yang dalam uji klinis tahap 3 memberikan kemanjuran one hundred persen. Dalam uji klinis di Bandung (dengan 1.600 sukarelawan), vaksin asal Biejing Sinovac memberikan efikasi sixty five persen , AstraZeneca asal London 70 persen, Pfizer dari Amerika ninety four persen, dan seterusnya.

Liputan6.com, Jakarta – Vaksinasi terhadap suatu penyakit tentu memiliki efek samping tertentu terhadap tubuh manusia, termasuk vaksin COVID-19 yang tengah ditunggu oleh warga dunia saat ini. Berdasarkan uji klinis tahap III yang dilakukan di Bandung, semua relawan yang menerima vaksin Sinovac tidak merasakan efek samping yang berbahaya. Efek samping yang umum dirasakan adalah efek samping lokal di area bekas penyuntikkan, seperti nyeri, iritasi, ataupun sedikit bengkak.

Apabila memiliki penyakit paru maka vaksin hanya bisa diberikan apabila kondisi terkontrol dengan baik. Bagi pengidap TBC yang sedang menjalani pengobatan, vaksin corona bisa diberikan minimal dua minggu setelah mendapat obat antituberkulosis. Dari hasil uji klinis tahap III yang dilaksanakan di Bandung, efektivitas vaksin Sinovac sebesar 65,3%. Jumlah ini sudah lebih tinggi dari standar efikasi minimal untuk vaksin Covid-19 yang dikeluarkan oleh WHO yaitu sebesar 50%. Bisnis.com, JAKARTA – Penyuntikan vaksin Covid-19 sudah dimulai di beberapa negara, termasuk Indonesia. Beberapa merk vaksin memiliki efek samping dari yang berat sampai ringan.

Serangkaian efek samping dilaporkan oleh orang-orang yang menerima suntikan vaksin pertama mereka. Saat ini, fase kedua pemberian dosis dari upaya vaksinasi COVID-19 telah dimulai dan banyak yang telah menerima suntikan dosis kedua. Semakin tinggi efikasi vaksin COVID-19 makin tinggi juga kemampuannya membentuk antibodi. Tidak seperti efek samping vaksin lain yang biasanya hanya bertahan satu atau dua hari, pembengkakan kelenjar getah bening membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk hilang.

Efek samping dari vaksin Sinoviac

Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat. Akhir April lalu, Sumut juga dikejutkan oleh kasus penggunaan kembali alat tes usap antigen di Laboratorium Bandara Kualanamu, Deli Serdang. Mereka diperkirakan mendapat Rp 1,8 miliar dengan korban penggunaan tes usap antigen bekas pakai lebih dari 9.000 orang.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sangat menyesalkan tindakan aparatur sipil negara di jajarannya yang justru turut serta menjual vaksin Covid-19 di tengah pandemi hanya untuk kepentingan pribadi. Itu vaksin diberikan agar orang tidak terkena Covid-19 malah diperlakukan seperti itu,” katanya. Panca menambahkan, SW bekerja sama dengan tersangka, yakni seorang dokter di Dinas Kesehatan Sumut berinial KS serta Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumut berinisial SH.

Anggota Komisi IX DPR, Dewi Asmara menilai, Komnas KIPI juga perlu memperluas sosialisasi efek samping vaksin covid-19 ini. Harapannya, agar penerima vaksin bisa lebih mudah untuk pengawasan jika mengalami efek samping. Namun untuk beberapa situasi tertentu vaksin ini tetap memiliki efek samping yang mungkin tidak semua orang mengalaminya. REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG — Hong Kong melaporkan kasus pertama efek samping vaksinasi untuk mencegah infeksi virus corona jenis baru (Covid-19). Kami akan terus memantau perkembangan uji klinis dan perkembangan standing kehalalannya,” kata Wiku. Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran , Prof Dr Kusnandi Rusmil menyebut hasil uji klinis vaksin Sinovac aman.

Dia menegaskan, penerima vaksin tidak perlu panik dan jangan mengonsumsi obat untuk menghilangkan efek samping ringan tersebut. “Tidak ada knowledge yang menunjukkan bahwa mengonsumsi acetaminophen setelah vaksin akan mengganggu respons kekebalan,” kata Dr. Posina. Ia menunjukkan bahwa dalam uji coba vaksin COVID-19 tidak membatasi responden untuk minum obat setelah disuntik. Berbaring dan istirahatlah jika perlu, tetap terhidrasi dan turuti tubuh Anda dan jaga diri.

Comments are closed.